TEROR PACAR RENTAL - Chapter 9


Dua hari berlalu sejak kejadian mengerikan yang menimpa Rama. Selama dua hari itu pula, Vivhy tak beranjak dari sisi Rama di rumah sakit. Ia menghabiskan waktu dengan cemas, menunggu Rama sadar. Meski kondisinya mulai stabil, Rama masih belum sepenuhnya siuman, dan Vivhy tetap merasa gelisah.

Di tengah situasi tersebut, Mahendra menghubunginya melalui pesan singkat.

"Vivhy, aku ingin bicara. Bisa kita bertemu? Ada hal penting yang perlu aku sampaikan."

Vivhy membaca pesan itu dengan perasaan campur aduk. Ia merasa Mahendra mungkin bisa membantunya memahami situasi ini, tetapi di sisi lain, ia tidak ingin meninggalkan Rama dalam kondisi seperti ini.

"Maaf, Mahendra. Aku nggak bisa pergi sekarang. Aku masih di rumah sakit menjaga Rama."

Mahendra membalas pesan itu dengan cepat. "Baiklah, tapi kalau kamu berubah pikiran atau butuh bantuan, jangan ragu hubungi aku."

Vivhy menghela napas. Ada sesuatu yang membuatnya tak yakin dengan Mahendra, terutama sejak kedekatan mereka terakhir. Namun, ia memilih untuk menepis perasaannya itu untuk sementara waktu.

Setelah dua hari, Vivhy memutuskan untuk kembali ke kost sejenak. Ia butuh mengambil beberapa barang dan pakaian bersih. Dengan perasaan enggan, ia meninggalkan rumah sakit setelah memastikan bahwa Rama masih aman. Ia juga memberi tahu perawat agar segera menghubunginya jika ada perubahan.

Begitu sampai di kost, Vivhy cepat-cepat mengemasi barang-barang yang ia perlukan. Namun, saat ia hendak kembali ke rumah sakit, sebuah pesan dari perawat membuatnya terkejut dan panik.

"Maaf, Mbak Vivhy. Kami ingin memberi tahu bahwa Rama tidak ada di ruangannya sekarang. Kami sedang mencarinya, tapi sepertinya dia sudah meninggalkan rumah sakit tanpa izin."

Vivhy merasakan gelombang kecemasan yang mencekik. Tanpa pikir panjang, ia segera berlari keluar kamar, mengunci pintu kostnya, dan buru-buru kembali ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai pertanyaan. Bagaimana mungkin Rama yang masih dalam kondisi lemah bisa pergi? Dan jika dia pergi, ke mana tujuannya?

Begitu sampai di rumah sakit, Vivhy langsung menuju ruang perawatan Rama. Ia melihat para perawat dan petugas keamanan berbicara serius, mencoba mencari tahu ke mana pasien itu pergi.

"Maaf, Mbak Vivhy. Kami benar-benar tidak menyangka ini akan terjadi. Kami sedang berusaha melacak CCTV rumah sakit untuk memastikan di mana terakhir kali Rama terlihat," kata salah satu perawat dengan nada penuh penyesalan.

Vivhy merasa semakin bingung dan takut. "Apakah mungkin dia pergi sendirian? Atau ada seseorang yang membantunya keluar?"

Perawat itu menggeleng, tampak sama bingungnya. "Kami masih belum tahu pasti. Tapi dari CCTV sementara, sepertinya ada sosok lain yang terlihat bersamanya di lorong rumah sakit."

Pernyataan itu membuat perasaan Vivhy semakin tidak tenang. Apakah sosok itu adalah orang yang sama yang mengirim pesan-pesan misterius? Ataukah mungkin seseorang yang mengenal Rama? Namun yang paling penting sekarang adalah menemukan keberadaan Rama dan memastikan keadaannya aman.

Tak lama setelah itu, ponsel Vivhy bergetar lagi. Kali ini, pesan datang dari nomor tak dikenal.

"Apa yang kamu lakukan di rumah sakit, Vivhy? Aku sudah memberitahumu, bukan, bahwa kamu hanya milikku. Jangan mencoba mendekati orang lain."

Jantung Vivhy berdebar kencang. Pesan ini mirip dengan yang ia terima sebelumnya, dan semakin menegaskan bahwa ada seseorang yang memperhatikan gerak-geriknya. Ketakutan semakin menyelimutinya, tetapi ia tahu bahwa ia harus tetap tenang untuk mencari cara mengatasi masalah ini.

Sambil menunggu kabar dari petugas rumah sakit, Vivhy menghubungi Mahendra. Meskipun ragu, ia merasa bahwa Mahendra mungkin satu-satunya orang yang bisa membantunya memahami situasi ini.

"Mahendra, aku butuh bicara. Ada yang aneh… Rama menghilang dari rumah sakit."

Mahendra langsung menjawab, suaranya terdengar tenang namun khawatir. "Aku akan datang. Jangan khawatir, Vivhy, kita akan mencari tahu apa yang terjadi."

Vivhy menggenggam ponselnya dengan erat, berharap bahwa jawaban dari misteri ini akan segera terungkap. Meski diliputi ketakutan, ia merasa perlu menemukan siapa yang ada di balik semua ini, sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi pada Rama, atau bahkan dirinya sendiri.


Bersambung...


Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 9"

Posting Komentar