Malam di Rumah Tua
Aku baru saja pindah ke sebuah rumah tua di pinggiran kota. Rumah ini sudah lama kosong, dan aku tahu harganya sangat murah karena tidak ada yang mau tinggal di sana. Tapi aku berpikir ini adalah kesempatan yang baik untuk memulai hidup baru, jauh dari keramaian kota.
Hari pertama di rumah baru, aku merasa semuanya biasa saja. Rumah itu luas, dengan lantai kayu yang berderit di setiap langkah. Namun, ada sesuatu yang aneh, seperti ada bayangan yang bergerak di sudut mataku. Aku mencoba mengabaikannya, berpikir itu hanya imajinasiku.
Namun, malam pertama tidur di sana, aku terbangun karena mendengar suara-suara halus—seperti bisikan yang berasal dari dinding. Aku memutuskan untuk mengecek, tetapi tidak menemukan apa-apa. Malam berikutnya, suara itu kembali, kali ini terdengar lebih jelas, seperti seseorang sedang berbisik memanggil namaku. Aku merasa sangat takut, namun aku mencoba untuk tidur lagi.
Pada malam ketiga, suara itu semakin mengganggu. Aku merasa seperti ada yang mengamati dari luar kamar, bahkan saat aku menutup mata. Aku bangun dan berjalan keluar kamar, berharap bisa menemukan sumber suara itu. Ketika aku mencapai ruang tamu, aku melihat sesuatu yang membuat darahku membeku.
Di dinding ruang tamu, ada sebuah gambar yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Gambar itu adalah lukisan wajah seorang wanita dengan ekspresi yang sangat menakutkan—matanya kosong, mulutnya terangkat membentuk senyum yang jahat. Namun, yang lebih menakutkan adalah fakta bahwa lukisan itu tampaknya bergerak. Mata wanita dalam gambar itu mengikuti setiap gerakan tubuhku.
Aku berusaha untuk menutup mata, berharap itu hanya halusinasi, tetapi ketika aku membuka mata lagi, lukisan itu semakin dekat. Senyumnya semakin lebar, dan ada sebuah tulisan di bawah gambar yang muncul perlahan: "Kamu tidak akan pernah bisa pergi."
Aku berlari keluar rumah, namun pintu utama terkunci rapat. Aku berusaha untuk membuka jendela, tetapi semuanya terkunci dari dalam. Suara itu kembali, kali ini lebih keras, seperti suara wanita yang berteriak, memanggilku untuk kembali ke dalam.
Aku terbangun dengan keringat dingin. Ternyata, aku hanya bermimpi. Namun, ketika aku melihat ke arah pintu, aku melihat bahwa lukisan itu sudah ada di sana, tergantung di dinding ruang tamu.
Dan senyuman wanita itu kini lebih lebar dari sebelumnya.

0 Response to "Malam di Rumah Tua"
Posting Komentar