TEROR PACAR RENTAL - Chapter 3


Vivhy melangkah pelan meninggalkan taman, terbayang percakapannya dengan Mahendra yang mendalam dan penuh makna. Hatinya masih menghangat saat angin malam menyapu wajahnya. Ia menyusuri jalan menuju kost dengan pikiran yang melayang-layang, hingga sebuah perasaan aneh menyelinap di hatinya. Ia merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya.

Ia menoleh sesekali, namun tak menemukan siapa pun. Hanya deretan toko dan jalan kecil yang lengang. Jantungnya berdegup lebih cepat, dan ia mempercepat langkah, berharap segera tiba di kost. Dalam ketakutan yang samar, Vivhy akhirnya sampai di pintu kost, menghela napas lega saat menutup pintu di belakangnya.

Di kamarnya yang sederhana, ia duduk di tepi kasur, berusaha menenangkan diri. Bayangan Mahendra terlintas, membuatnya sedikit tersenyum. Pertemuannya dengan pria itu begitu berkesan. Ia menggenggam handphone-nya, menggulir kontak Mahendra yang baru saja disimpannya, tetapi ragu untuk menghubunginya lagi. Akhirnya, ia memutuskan untuk beristirahat, berharap esok hari akan memberi jawaban dari kebimbangan dan perasaan baru yang mulai tumbuh di hatinya.

***

Pagi harinya, Vivhy kembali ke rutinitasnya sebagai mahasiswa. Ia berangkat ke kampus dengan ransel dan semangat baru, teringat kata-kata Mahendra untuk keluar dari zona nyaman. Hari itu, ia berniat untuk lebih terbuka dan mencoba menikmati setiap momen tanpa terlalu banyak berpikir. Di kelas, ia mendengarkan dosen dengan lebih antusias, meski terkadang pikirannya masih melayang pada percakapan semalam.

Siang harinya, usai kuliah, Vivhy mampir ke toserba di dekat kostnya untuk membeli beberapa kebutuhan. Saat di kasir, ia melihat seorang pria yang pernah ia lihat beberapa kali. Kasir muda dengan wajah ramah dan sesuai dengan tipeku. Sebelum ini, mereka hanya sekadar bertukar senyuman atau kata-kata singkat seperti “terima kasih” dan “sama-sama,” tapi kali ini, Vivhy merasa dorongan untuk berkenalan.

Ia mengumpulkan keberanian dan berkata, “Maaf, aku sering lihat kamu di sini, tapi belum pernah tahu namamu. Namaku Vivhy, siapa namamu?”

Kasir itu tersenyum, tampak sedikit terkejut tapi senang. “Oh, halo Vivhy! Nama aku Rama. Makasih ya, udah sering belanja di sini.”

Vivhy tertawa kecil, merasa lebih santai. “Iya, sering banget aku mampir. Kamu kerja setiap hari di sini?”

Rama mengangguk. “Iya, hampir setiap hari. Lumayan buat tambahan biaya kuliah juga.” Ia tersenyum dengan cara yang tulus, membuat Vivhy merasa lebih akrab.

Percakapan ringan itu berlanjut beberapa menit. Vivhy senang bisa mengenal seseorang baru di luar lingkaran biasanya. Ternyata, Rama juga seorang mahasiswa di universitas yang sama, hanya saja di jurusan yang berbeda. Mereka bertukar cerita singkat tentang kuliah dan kehidupan kampus sebelum akhirnya Vivhy harus pergi.

Di perjalanan pulang, Vivhy merasa puas. Ia tersenyum sendiri, merasa berhasil melangkah keluar dari zona nyamannya. Hari itu, ia berhasil memulai percakapan dengan seseorang baru dan menemukan teman di tempat yang tak terduga. Entah kenapa, ada perasaan aneh yang membuatnya lebih bersemangat menjalani hari-harinya ke depan, seolah-olah ia benar-benar telah menemukan awal dari petualangan baru seperti yang Mahendra katakan.


Bersambung...


Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 3"

Posting Komentar