Bayangan di Jendela
Rendi baru pindah ke rumah tua yang telah lama kosong. Malam pertama di sana, dia merasakan hawa aneh di kamarnya, seolah ada yang mengawasi. Tapi, dia mencoba mengabaikannya dan tidur.
Pada malam ketiga, Rendi bangun dan melihat bayangan seorang wanita di luar jendelanya. Ia tampak berdiri diam, dengan wajah pucat dan mata yang kosong. Rendi merasa ketakutan, tapi berpikir mungkin itu hanya refleksi atau imajinasinya.
Namun setiap malam berikutnya, bayangan wanita itu selalu muncul. Anehnya, ia selalu lebih dekat, seperti mendekati jendela sedikit demi sedikit. Pada malam kelima, bayangan itu sudah menempel di kaca, memperlihatkan wajah pucat dan senyuman aneh yang menatap Rendi dengan tajam.
Ketakutan mencapai puncaknya saat, malam berikutnya, Rendi mendengar suara ketukan halus di kaca. Perlahan, dia menoleh dan melihat wanita itu, kini sudah berada di dalam kamarnya. Tanpa bersuara, wanita itu berbisik, “Rumah ini bukan milikmu...”
Esok paginya, teman-teman Rendi menemukannya terbaring di lantai kamar, wajahnya pucat dan matanya kosong. Mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu—hanya satu hal yang diketahui: sejak saat itu, setiap orang yang menempati rumah itu akan selalu melihat bayangan seorang wanita di jendela setiap malam.

0 Response to "Bayangan di Jendela"
Posting Komentar