Ketukan Tengah Malam
Nina tinggal sendirian di apartemennya di lantai 13. Suatu malam, saat jam menunjukkan pukul 2 pagi, dia terbangun oleh suara ketukan di pintu depan. Ketukan itu halus, hampir seperti seseorang mencoba untuk tidak membangunkannya. Setengah mengantuk, Nina melihat ke lubang intip di pintu, namun tak ada siapa pun di luar. Dia berpikir mungkin hanya mimpi atau kebetulan saja, jadi dia kembali ke tempat tidur.
Beberapa menit berlalu, dan ketukan itu datang lagi, kali ini lebih keras. Nina merasa aneh tapi berusaha untuk tidak panik. Dia kembali melihat ke lubang intip, tapi tetap saja tak ada siapa pun di sana. Pikirannya mulai dipenuhi pertanyaan dan rasa takut. Perlahan, ia mundur dari pintu.
Namun, tepat saat ia melangkah ke belakang, suara berbisik yang mengerikan terdengar dari balik pintu, “Aku tahu kau sedang melihat, Nina... Bukalah pintunya.”
Nina terpaku, darahnya terasa membeku mendengar suara itu. Jantungnya berdegup kencang saat ia menyadari satu hal yang mengerikan: bagaimana orang di luar bisa tahu namanya? Dan lebih menakutkan lagi, bagaimana ia bisa tahu bahwa Nina sedang melihat ke pintu?
Tiba-tiba, suara ketukan berubah menjadi suara gedoran yang keras, seolah seseorang hendak menerobos masuk. Nina mundur ke sudut ruangan, tidak berani mengeluarkan suara. Lampu di apartemennya berkedip-kedip, dan suara gedoran itu tiba-tiba berhenti. Hening mencekam. Napas Nina tersengal-sengal dalam gelap.
Pagi harinya, saat matahari mulai terbit, Nina akhirnya berani membuka pintunya, berharap semuanya hanya mimpi buruk. Tapi di lantai depan pintunya, ia melihat jejak kaki berlumpur mengarah ke luar... dan noda darah kecil yang masih basah di kenop pintunya.

0 Response to "Ketukan Tengah Malam"
Posting Komentar