TEROR PACAR RENTAL - Chapter 1
Aku adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi. Akhir-akhir ini, aku merasa sangat bosan karena tidak ada tugas yang harus dikerjakan. Teman-temanku juga sering membicarakan aplikasi baru yang sedang populer, terutama di kalangan wanita jomblo, yaitu "BFR". Aplikasi ini memungkinkan kita untuk menyewa pacar bohongan. Karena sering dipaksa oleh teman-temanku, akhirnya aku mengunduh aplikasi itu.
Sore itu, aku pulang agak lama karena mengikuti kegiatan organisasi seni. Selain kuliah, aku memang cukup hobi menggambar, jadi aku merasa senang bisa mengekspresikan pikiran lewat gambar. Setelah kegiatan selesai, aku berjalan pulang ke kost yang sudah aku tempati selama satu tahun. Aku membawa ayam goreng yang baru saja kubeli, pasti enak dinikmati dengan sambal pedas. Aku juga berencana membeli jus buah, teh kemasan, dan makanan ringan untuk menemani malamku menonton film.
Di kasir, aku bertemu dengan seorang pria yang cukup tampan. Ia memakai kacamata dan tersenyum lembut sambil mengucapkan terima kasih setelah aku membayar. Tipe pria seperti itu, nerd atau "cupu", memang selalu membuatku tertarik. Aku merasa senang bisa bertemu dengan orang seperti dia.
Setelah berbelanja, aku melanjutkan perjalanan pulang. Jalanan sudah mulai gelap, dan suasana yang sedikit menyeramkan membuatku berharap ada seseorang yang menemaniku. Tiba-tiba, aku menabrak seorang wanita yang berjalan di depan. "Loh, hati-hati dong, Vhy! Jangan bengong," katanya. Aku hanya membalas dengan cengiran di wajahku. Ternyata itu adalah Kak Vera, penghuni kost lantai empat. Kami jarang bertemu karena ia selalu sibuk bekerja. Kak Vera menawarkan untuk berjalan bersama, dan kami mengobrol ringan sepanjang jalan. Setibanya di kost, aku pamit dan langsung tidur tanpa mengganti pakaian.
Pagi harinya, aku terbangun dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela yang tidak ku tutup semalam. Aku buru-buru bersiap untuk pergi karena ada kelas pagi. Jalan menuju kampus terasa sejuk dan ramai, banyak mahasiswa yang sudah berangkat bersama pasangan mereka. Sedangkan aku, jomblo sejak lahir, hanya menghabiskan waktu dengan novel dan film. Setibanya di kampus, aku merasa sedikit cemas karena hari ini dosen sangat marah pada seorang mahasiswa yang terlambat. Kelas yang penuh tekanan itu membuatku ingin cepat-cepat selesai.
Setelah kelas, aku menuju perpustakaan untuk mencari novel baru. Namun, saat aku sedang mencari, aku tidak sengaja menjatuhkan bukuku ke kepala seorang pria yang sedang jongkok.
"Aduh!" keluhnya sambil menggosok kepalanya yang terkena buku. “Maaf aku nggak sengaja” ucapku kepadanya. Ia mendongak dan ternyata pria itu adalah kasir di toko serba ada dekat kostku. "Gapapa" balasnya sambil tersenyum . Lalu aku menanyakan apakah dia mahasiswa disini juga atau tidak. Ia mengangguk sambil tetap mencari buku. Kemudian aku pun pamit untuk pergi.
Perutku mulai lapar, tapi makanan yang aku pesan belum datang juga. Sambil menunggu, aku membuka aplikasi BFR dan melihat banyak pilihan pria yang bisa disewa. Banyak di antaranya yang terlihat tampan dan menarik. Tak lama, makanan datang, dan aku langsung memakannya dengan lahap. Setelah itu, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di taman kota dan membeli jajanan kaki lima. Brugh! Nah kan kesandung, karmaku karena terus menatap layar handphone sambil berjalan. Seorang gadis yang manis mengulurkan tangannya dan membantuku untuk berdiri. Setelah mengucapkan terimakasih, ia meninggalkanku dan langsung menggandeng tangan laki-laki yang tampak seumuran dengannya. Sungguh ironis, mahasiswa kupu kupu sepertiku, jomblo dari lahir menatap pemandangan tersebut. Jantungku langsung terpacu untuk membuka aplikasi BFR dan memesan seorang pria yang tampak dewasa dan kalem dengan nama rental “Mahendra”. Aku memesan dia untuk beberapa jam di sore hari ini. Lewat aplikasi tersebut dia menyetujuinya dan kami menentukan tempat untuk bertemu.
“aku tidak akan menyianyiakan kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya mempunyai pasangan!” ucapku berkobar dalam hati.
Dan disinilah aku sekarang, berdiri gugup dibawah pohon taman kota sambil terus menerus menatap kebawah. Kenapa aku harus memesan pria untuk merasakan kencan, dasar bodoh! Bagaimana jika aku terus menerus kaku saat berhadapan dengannya, duh sial, kamu benar benar bodoh vivhy. Aku merasakan seseorang menepuk bahuku, tepukan itu menyadarkan ku dan langsung menetralisir rasa gugup yang telah ku tampung sejak tadi. “vivhy ya?” aku mengangguk sambil terus menatap kebawah karna takut untuk berhadapan dengannya. Tangan kekar itu langsung menyentuh daguku dan mengangkatnya, membuat mataku langsung bertatapan dengan mata hitam kecoklatan milik seorang pria yang bernama Mahendra. Aku langsung melotot saat sadar diperlakukan begitu, refleks aku menjauhkan tubuhku darinya untuk menutupi wajahku yang hampir semerah tomat matang.
Bersambung...
Note: Apakah kalian suka dengan tulisanku tentang RENTAL PACAR BERUJUNG KEMATIAN? Jika sukaa jangan lupa komen yaa! supaya semangat lanjutin ceritanya.
.jpeg)
0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 1"
Posting Komentar