TEROR PACAR RENTAL - Chapter 17
Setelah beberapa bulan berlalu, tanpa pesan atau hadiah anonim yang pernah mengganggu ketenangan hidupnya, Vivhy merasa lega. Ancaman yang pernah begitu nyata kini lenyap seiring berjalannya waktu, dan perasaan was-was yang dulu membayanginya kini benar-benar sirna.
Keamanan itu memberi Vivhy kesempatan untuk menata kembali hidupnya. Kehidupan kampusnya berjalan lancar, dan ia mulai terlibat dalam berbagai kegiatan. Bersama Mahendra, ia merasa lebih percaya diri, lebih berani menghadapi dunia luar. Meski ia sempat takut bahwa gangguan itu akan kembali, kenyataannya segala sesuatu menjadi tenang, dan hari-hari mulai terasa lebih damai.
Hubungan Vivhy dengan Mahendra juga semakin erat. Mereka menjadi lebih dari sekadar teman, meski tak pernah secara langsung membicarakan perasaan masing-masing. Setiap perhatian kecil yang Mahendra berikan semakin mempererat hubungan mereka, seperti pagi-pagi saat ia mengantar Vivhy ke kampus atau mengajaknya makan malam di tempat-tempat yang tenang dan nyaman.
Suatu hari, saat mereka berdua berjalan-jalan di taman kota yang rindang, Vivhy merasakan kedamaian yang mendalam. Tanpa sadar, ia menggenggam tangan Mahendra, yang hanya tersenyum hangat menanggapi. Mereka duduk di sebuah bangku, menikmati semilir angin dan cahaya matahari yang lembut menyinari wajah mereka.
“Kamu tahu, Mahendra… aku belum pernah merasa seaman ini,” kata Vivhy pelan, memecah keheningan di antara mereka.
Mahendra menoleh, menatapnya penuh perhatian. “Aku senang kalau kamu bisa merasa seperti itu, Vivhy. Itu yang selama ini aku inginkan untuk kamu.”
Vivhy tersenyum, merasa hangat dengan kehadiran Mahendra. “Terima kasih, Mahendra. Kamu selalu ada, bahkan ketika aku nggak tahu apa yang harus kulakukan. Kehadiranmu benar-benar membuat hidupku lebih baik.”
Mahendra hanya mengangguk, menatapnya dengan pandangan lembut yang penuh rasa sayang. Meski kata-kata tak terucap, hubungan mereka kini memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Hari-hari Vivhy kembali dipenuhi tawa dan senyum. Kehidupannya terasa kembali normal, tetapi kini lebih baik, lebih damai. Tanpa ancaman anonim yang pernah menghantuinya, Vivhy menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, dan Mahendra tetap setia berada di sisinya, menjadi pelindung dan sahabat yang selalu memberikan dukungan tanpa syarat.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 17"
Posting Komentar