TEROR PACAR RENTAL - Chapter 13
Vivhy merasa tubuhnya bergetar ketika menerima kabar dari polisi bahwa Rama telah ditemukan, namun dalam kondisi yang tak lagi bernyawa. Kepalanya terasa berdenyut, seakan sulit menerima kenyataan yang baru saja disampaikan. Mahendra yang ada di sampingnya langsung meraih bahunya, mencoba memberikan kekuatan saat Vivhy terisak, tak sanggup berkata-kata.
Setelah melalui beberapa pemeriksaan, polisi mengonfirmasi bahwa Rama ditemukan di sebuah bangunan tua di pinggiran kota, tubuhnya penuh luka bekas kekerasan. Mereka menduga pelaku adalah seseorang yang memiliki hubungan kuat dengan Vivhy, mungkin seseorang yang sangat terobsesi dengan dirinya hingga tak segan melakukan hal-hal di luar batas.
Vivhy tenggelam dalam rasa bersalah dan kesedihan yang mendalam. Hatinya perih membayangkan Rama harus menghadapi saat-saat terakhirnya sendirian, tanpa ada yang tahu apa yang dialaminya. Air mata terus mengalir, dan Mahendra tetap berada di sampingnya, menenangkan serta menguatkannya meski dirinya sendiri tampak terpukul dengan kabar itu.
“Aku… aku harusnya bisa melindungi dia,” lirih Vivhy, merasa menyesal karena tak pernah benar-benar menyadari bahaya yang sedang mengintai mereka.
“Vivhy, ini bukan salahmu,” ucap Mahendra pelan, suaranya tegas namun lembut. “Kamu juga jadi korban dari orang yang tak bertanggung jawab ini. Kita akan melakukan apa pun untuk memastikan pelakunya tertangkap.”
Setelah proses pemakaman yang penuh haru, Vivhy merasa hidupnya berubah sepenuhnya. Setiap langkah terasa berat, seolah bayang-bayang Rama yang masih ada di hatinya mengingatkan pada kenyataan menyakitkan yang harus ia hadapi. Meskipun polisi sudah berjanji untuk terus menyelidiki, pelakunya masih belum tertangkap.
Vivhy mencoba kembali menjalani hari-harinya, meski tak mudah. Mahendra masih setia di sampingnya, menawarkan dukungan dan rasa aman yang dibutuhkannya. Suatu malam, saat mereka duduk berdua di sebuah kafe kecil, Vivhy menatap Mahendra dengan perasaan penuh kebingungan.
“Kenapa kamu selalu ada untukku, Mahendra? Kamu nggak harus merasa bertanggung jawab…” tanyanya pelan, suaranya nyaris bergetar.
Mahendra menatapnya dengan tatapan dalam, lalu menghela napas. “Karena kamu adalah orang yang penting buatku, Vivhy. Aku… hanya ingin memastikan kamu selamat, apapun yang terjadi.”
Vivhy menatapnya dengan tatapan lembut. Di tengah rasa sedih yang menyelimutinya, ia merasa sedikit lega bahwa ada seseorang yang mau bertahan di sisinya. Tetapi, rasa cemas masih menghantuinya. Pesan-pesan ancaman itu belum berhenti, meskipun polisi telah meningkatkan pengamanan.
Suatu malam, Vivhy menerima pesan baru dari nomor yang tak dikenal. Isi pesannya membuat darahnya berdesir, seolah ketakutan baru muncul lagi:
"Rama sudah keluar dari jalan kita, Vivhy. Sekarang, hanya tinggal aku dan kamu."
Pesan itu membuat Vivhy terhenyak, membayangkan bahwa pelakunya mungkin saja masih mengawasinya dari tempat yang tak terlihat. Ia pun sadar bahwa hingga sosok ini tertangkap, hidupnya tidak akan pernah benar-benar tenang. Vivhy dan Mahendra hanya bisa menunggu dengan waspada, sambil berharap bahwa keadilan akan segera ditegakkan.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 13"
Posting Komentar