Ruang 308
Di sebuah rumah sakit tua yang sudah lama ditinggalkan, terdapat satu ruangan yang tidak pernah dibuka selama bertahun-tahun, yaitu Ruang 308. Meskipun bangunan rumah sakit itu masih beroperasi, tidak ada yang berani mendekati ruangan tersebut. Dikatakan, ruangan itu dihuni oleh jiwa-jiwa yang tidak tenang, pasien-pasien yang meninggal dalam keadaan tragis dan penuh penderitaan.
Seorang perawat muda bernama Liana baru saja diterima bekerja di rumah sakit tersebut. Meskipun mendengar banyak cerita tentang Ruang 308, Liana tidak terlalu memikirkannya. Sampai suatu malam, saat shift malam, Liana ditugaskan untuk membersihkan lantai tiga yang sudah lama tak terjamah. Ia melewati lorong yang sunyi, dan ketika sampai di depan pintu Ruang 308, pintu itu secara tiba-tiba terbuka dengan sendirinya. Liana merasa ragu, tetapi rasa penasaran membuatnya melangkah masuk.
Begitu memasuki ruangan, udara di dalamnya terasa dingin sekali. Lampu yang redup menyinari ruang kosong yang dipenuhi dengan peralatan medis berkarat. Di sudut ruangan, Liana melihat sebuah kasur tua yang sudah usang. Suara napas yang berat terdengar, seolah ada seseorang yang sedang terbaring di sana. Namun, ketika Liana mendekat, kasur itu kosong.
Tiba-tiba, pintu ruangan menutup dengan keras, membuat Liana terlonjak kaget. Lampu mulai berkedip-kedip, dan bayangan samar-samar mulai muncul di sudut matanya. Seperti ada tangan yang menyentuh pundaknya, membuat Liana berbalik cepat. Di belakangnya, tampak wajah pucat seorang pasien dengan mata kosong yang menatapnya tajam.
Wajah itu perlahan tersenyum, namun senyuman itu sangat menyeramkan, mengungkapkan derita yang tak terkatakan. "Bantu kami," suara itu terdengar lemah, seolah datang dari jauh. Liana berlari keluar dengan napas terengah-engah, dan saat ia menoleh ke belakang, Ruang 308 sudah kembali terkunci rapat.
Sejak malam itu, Liana tidak pernah berani lagi mendekati lantai tiga. Dan ruangan itu, Ruang 308, tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan di rumah sakit yang sepi itu.

0 Response to "Ruang 308"
Posting Komentar