Panggilan dari Kamar Asrama


Di sebuah universitas yang terletak di daerah pedalaman, terdapat asrama yang sudah sangat tua. Asrama tersebut dikenal angker oleh sebagian besar penghuni kampus, terutama karena cerita-cerita horor yang beredar di kalangan mahasiswa. Konon, asrama itu dulunya adalah sebuah rumah sakit jiwa yang ditutup setelah terjadi banyak kasus pasien yang menghilang secara misterius.

Suatu malam, Sinta, seorang mahasiswi baru, memutuskan untuk tinggal di asrama itu karena tidak ada tempat lain. Walaupun teman-temannya memperingatkan untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di lantai atas, Sinta merasa bahwa itu hanya cerita-cerita kosong untuk menakut-nakuti mahasiswa baru. Ia tinggal di kamar di lantai dua yang terletak di ujung koridor, jauh dari keramaian.

Pada malam pertamanya, setelah tengah malam, Sinta terbangun oleh suara ketukan yang datang dari pintu kamarnya. Ketukan itu terdengar pelan, seolah-olah seseorang sedang mengetuk pintu dengan jari-jari yang sangat ringan. Awalnya, ia berpikir itu mungkin hanya teman sekamarnya atau petugas kebersihan yang datang untuk membersihkan. Namun, ketika ia membuka pintu, tidak ada siapa pun di luar. Semua terlihat sangat sepi.

Sinta kembali ke tempat tidur dan mencoba untuk tidur, namun tak lama kemudian suara ketukan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras dan lebih cepat. Suaranya datang dari pintu kamarnya yang terkunci rapat. Ia merasa bingung dan sedikit takut, tapi berpikir bahwa mungkin ada orang iseng di luar yang sedang mengerjai.

Namun, ketukan itu berubah menjadi suara bisikan pelan. Sinta berusaha untuk tidak mendengarkannya, tetapi suara itu semakin jelas, seperti ada seseorang yang memanggil namanya dengan suara yang serak dan penuh desakan. "Sinta… Sinta… buka pintunya…"

Dengan jantung yang berdegup kencang, Sinta merasa terpaksa membuka pintu. Tapi saat ia membuka pintu dengan hati-hati, tak ada siapa pun di luar. Yang ada hanya udara dingin yang mencekam dan gelap gulita di luar koridor. Namun, ketika ia melangkah keluar untuk memeriksa lebih jauh, ia melihat bayangan samar bergerak cepat di ujung koridor.

Tiba-tiba, lampu di seluruh lantai asrama mati. Sinta merasa cemas dan mulai berjalan menuju tangga. Di tengah jalan, ia mendengar langkah kaki yang mengikuti di belakangnya, namun ketika ia menoleh, tidak ada siapa pun di sana. Langkah itu semakin dekat dan semakin keras, membuatnya semakin panik.

Saat ia sampai di depan tangga, ia berhenti dan menoleh ke belakang, hanya untuk melihat sosok seorang wanita dengan wajah pucat dan rambut panjang terurai berdiri di ujung koridor. Sosok itu menatapnya dengan mata kosong dan mulut yang terbuka lebar, seolah ingin berteriak. Sinta berteriak ketakutan dan berlari turun dengan cepat, meninggalkan koridor yang sepi.

Keesokan harinya, Sinta bertanya kepada teman sekamarnya tentang kejadian semalam. Temannya mengingatkan bahwa di lantai dua asrama tersebut memang sering terjadi hal-hal aneh. Dulu, ada seorang mahasiswi yang tinggal di kamar tersebut dan ditemukan tewas secara misterius setelah beberapa hari mengaku mendengar suara bisikan yang sama.

Sejak malam itu, Sinta tidak pernah lagi merasa tenang di asrama tersebut. Ketika malam tiba, ia selalu merasa ada yang mengawasi, dan suara bisikan itu kadang kembali terdengar, memanggil namanya dalam kegelapan.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panggilan dari Kamar Asrama"

Posting Komentar