Sosok di Perpustakaan Lama Kampus
Di salah satu universitas tertua di kota, ada sebuah perpustakaan tua yang jarang dikunjungi. Perpustakaan ini berisi buku-buku kuno dan koleksi yang sudah hampir dilupakan, sehingga hanya mahasiswa-mahasiswa yang ingin mencari referensi tertentu saja yang pernah masuk ke sana. Selain itu, ruangan yang minim penerangan, dinding berlumut, serta bau kayu lapuk membuat suasananya terasa mencekam.
Malam itu, Tika, seorang mahasiswi sastra, harus mencari buku langka untuk tugas akhir yang harus dikumpulkannya esok hari. Karena sudah larut, hanya perpustakaan tua itulah yang masih terbuka. Dengan perasaan ragu, ia memberanikan diri untuk masuk dan mencari buku yang ia perlukan. Perpustakaan itu sepi, hanya ada dirinya dan beberapa rak buku tua yang menjulang tinggi, menciptakan bayangan gelap di sudut-sudut ruangan.
Saat Tika sibuk mencari di rak-rak belakang, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari lorong rak sebelah. Ia berpikir mungkin ada petugas perpustakaan atau mahasiswa lain, tapi setelah menunggu beberapa saat, tak ada siapa pun yang muncul. Hanya ada keheningan yang semakin mencekam.
Ia mencoba mengabaikannya dan terus mencari buku, tetapi tak lama kemudian ia mendengar suara tawa kecil dari arah yang sama. Tawa itu pelan, namun anehnya, terdengar jelas di keheningan perpustakaan. Suara itu seperti berasal dari seseorang yang sedang bersembunyi, mengintai dari balik rak.
Tika mulai merinding, namun memutuskan untuk tidak memperdulikannya dan bergegas mengambil buku yang ia temukan. Ketika ia hendak berbalik, ia melihat sosok di ujung lorong rak yang panjang. Sosok itu terlihat samar-samar, seorang pria tinggi dengan pakaian hitam yang lusuh dan wajah yang tak begitu jelas. Sosok itu berdiri diam, hanya menatapnya dari jauh.
Dengan napas tertahan, Tika mencoba berjalan perlahan ke arah pintu, tak ingin membuat gerakan tiba-tiba. Tapi setiap kali ia melangkah, sosok itu juga bergerak, mengikuti, seolah tidak ingin membiarkannya pergi.
Begitu ia sampai di pintu perpustakaan, ia segera berlari keluar. Saat pintu tertutup, ia mendengar suara tawa samar yang terdengar dari dalam perpustakaan, diikuti oleh suara berbisik, “Kembali lagi… aku menunggu.”
Keesokan harinya, Tika menceritakan pengalamannya pada teman-temannya. Mereka berkata bahwa beberapa mahasiswa pernah melihat sosok pria tua yang sama. Konon, pria itu adalah seorang pustakawan yang meninggal mendadak saat menjaga perpustakaan bertahun-tahun lalu. Sejak saat itu, arwahnya terus berkeliaran, menjaga buku-buku tua dan menanti seseorang untuk menemani keheningannya.

0 Response to "Sosok di Perpustakaan Lama Kampus"
Posting Komentar