TEROR PACAR RENTAL - Chapter 6
Beberapa hari setelah makan malam dengan Mahendra, Vivhy kembali dikejutkan dengan sebuah paket misterius yang diletakkan di depan pintu kamarnya. Kali ini, bukan bunga yang ia temukan, melainkan sebuah kotak kecil berwarna biru lembut dengan pita perak yang melilitnya. Dengan rasa penasaran yang sama seperti sebelumnya, ia mengambil kotak itu dan membuka penutupnya dengan hati-hati.
Di dalam kotak itu, ada sebuah gelang manis dengan bandul berbentuk daun kecil yang berkilau lembut. Vivhy tak menemukan kartu atau petunjuk apa pun tentang pengirimnya. Ia bingung, bertanya-tanya apakah ini dari orang yang sama yang sebelumnya mengirimkan bunga. Namun, ia hanya bisa menebak-nebak, karena pengirimnya tetap tak memberikan petunjuk apa pun.
Selama beberapa hari berikutnya, perasaan penasaran tentang hadiah-hadiah misterius itu tetap mengganggu pikirannya. Tapi, di sela-sela aktivitas kampus, Vivhy semakin sering bertemu Rama di toserba atau sekitar kampus. Mereka saling menyapa dengan akrab dan bahkan terkadang bercanda tentang hal-hal ringan. Rama selalu menanyakan kabarnya dengan nada riang, dan kehadirannya membuat Vivhy merasa lebih santai dan hangat.
Hubungan mereka perlahan menjadi semakin dekat. Vivhy menyadari bahwa ia merasa nyaman berbincang dengan Rama, yang selalu mendengarkan dan sesekali memberinya saran dengan cara yang sederhana namun mengena. Mereka saling berbagi cerita tentang kuliah, hobi, dan mimpi-mimpi mereka. Rama ternyata punya pandangan hidup yang simpel dan positif, dan hal itu membuat Vivhy semakin menyukainya sebagai teman.
Suatu sore, setelah pertemuan singkat di kampus, Rama tiba-tiba mengajaknya untuk pergi jalan-jalan bersama.
"Vivhy, minggu depan kamu ada waktu luang nggak? Aku baru dengar kalau ada festival kecil di taman kota. Mungkin kita bisa ke sana bareng?" tanyanya sambil tersenyum lebar.
Vivhy merasa jantungnya berdebar sedikit lebih cepat dari biasanya, tapi ia berusaha tetap tenang. "Festival? Wah, seru tuh! Aku juga penasaran, kapan terakhir kali ada acara kayak gitu di sini. Tentu saja aku mau!"
Rama tampak senang mendengar jawabannya. "Oke, kita atur waktunya nanti ya! Pasti bakal seru."
Hari-hari berikutnya, Vivhy merasa senang dan bersemangat menantikan festival bersama Rama. Mereka semakin akrab, dan Vivhy merasa bahwa hubungannya dengan Rama tumbuh secara alami. Meskipun ia masih penasaran tentang hadiah-hadiah misterius yang diterimanya, perasaannya terhadap Rama membuatnya untuk sementara waktu melupakan rasa ingin tahunya.
Akhir pekan itu, mereka akhirnya bertemu di taman kota yang ramai dengan lampu-lampu warna-warni dan aroma makanan yang menggoda dari berbagai stan. Vivhy dan Rama berjalan berkeliling, mencoba makanan ringan, bermain di beberapa stan permainan, dan tertawa bersama. Vivhy merasa waktu berlalu begitu cepat di sisi Rama, dan entah kenapa, ia merasakan kebahagiaan yang berbeda.
Di tengah-tengah keramaian, Rama tiba-tiba menatapnya dengan lembut, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu. Namun, ia menahannya dan malah tersenyum sambil menunjuk sebuah stan es krim.
“Yuk, aku traktir es krim!” katanya dengan nada ceria.
Malam itu terasa istimewa bagi Vivhy. Ia merasa semakin nyaman di dekat Rama dan tak lagi memikirkan hadiahnya yang misterius. Dalam benaknya, ia bertanya-tanya apakah pertemuan ini bisa jadi awal dari sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 6"
Posting Komentar