TEROR PACAR RENTAL - Chapter 4
Keesokan harinya, ketika Vivhy kembali ke kost usai kuliah, ia menemukan sebuah paket bunga berwarna-warni yang diletakkan di depan pintu kamarnya. Sebuah bouquet bunga yang indah, dibungkus dengan kertas kelabu dan pita satin lembut. Kaget sekaligus penasaran, Vivhy memeriksa kartu kecil yang tersemat di dalamnya.
Namun, yang tertulis di kartu itu hanya kalimat pendek tanpa nama pengirim: "Untuk Vivhy. Semoga harimu menyenangkan."
Jantungnya berdegup lebih cepat. “Siapa yang kirim ini?” gumamnya, sambil menatap bunga-bunga itu dengan rasa penasaran. Dalam benaknya, ia mencoba menebak siapa yang mungkin memberi kejutan ini—tapi ia tak bisa memikirkan satu pun yang punya alasan atau kedekatan cukup untuk mengirimkan bunga tanpa nama. Apakah ini dari Mahendra? Tapi… rasanya Mahendra bukan tipe yang akan mengirim bunga tanpa memberitahunya.
Vivhy membawa vas bunga itu ke kamarnya, menatapnya sejenak sebelum meletakkannya di atas meja. Ia mengamati tiap bunga, memperhatikan detail warna dan aromanya yang lembut. Pikirannya kembali ke Mahendra, apakah mungkin ini caranya menunjukkan perhatian? Namun, mengingat pertemuan pertama mereka yang lebih santai, ia merasa Mahendra akan lebih memilih mengajaknya bicara langsung daripada memberikan kejutan anonim seperti ini.
Beberapa hari berlalu, dan paket bunga itu masih menjadi misteri. Meski rasa penasarannya bertambah, Vivhy tetap menjalani kesehariannya di kampus seperti biasa. Di sela-sela aktivitas, ia sering melirik ke arah pintu, berharap akan muncul lagi petunjuk atau bahkan paket bunga lain yang mungkin bisa memberinya jawaban.
Suatu sore, saat pulang dari perpustakaan, Vivhy mampir lagi ke toserba dan tanpa sengaja bertemu Rama di sana. Mereka bertegur sapa, dan kali ini, percakapan mereka terasa lebih akrab. Dengan nada iseng, Vivhy mencoba mencari petunjuk.
"Rama, kamu nggak pernah dapat kejutan aneh dari orang asing, kan? Kayak tiba-tiba dapat kiriman bunga atau semacamnya?"
Rama menatapnya dengan tatapan penasaran. “Hah? Dapat bunga dari orang asing? Nggak, belum pernah sih… Emang kamu pernah?”
Vivhy tersenyum tipis, merasa sedikit malu. “Baru-baru ini, aku dapat kiriman bunga anonim. Aneh kan? Aku nggak tahu siapa yang ngirimnya.”
Rama mengangguk, tampak berpikir. “Wah, misterius juga ya. Mungkin itu dari seseorang yang diam-diam suka sama kamu?”
Vivhy hanya tertawa kecil, mencoba menyembunyikan rasa malunya. Mereka mengakhiri percakapan dengan janji untuk bertemu lagi di kampus, sebelum Vivhy melangkah pulang dengan pikiran yang kembali dihantui oleh bunga misterius itu. Semakin ia memikirkannya, semakin besar rasa penasarannya. Entah kenapa, ia merasa ada sesuatu yang menunggunya di balik kiriman bunga itu, sesuatu yang mungkin tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 4"
Posting Komentar