TEROR PACAR RENTAL - Chapter 15
Waktu berlalu perlahan, dan kondisi Vivhy pun mulai membaik. Setelah beberapa minggu di apartemen baru, ia mulai terbiasa dengan rutinitasnya yang tenang. Kehidupannya di kampus berlanjut, meskipun kali ini dengan suasana yang berbeda. Rasa cemas yang dulu selalu membayang-bayangi mulai mereda. Kini, hanya suasana baru dari apartemen dan kehadiran Mahendra yang setia menemaninya yang membedakan kesehariannya.
Mahendra sering mampir ke apartemen Vivhy, terkadang membawa sarapan atau sekadar menghabiskan waktu bersamanya. Di pagi hari, ia akan menjemput Vivhy dan mengantarnya ke kampus, dan di sore hari, mereka sering berjalan-jalan sebentar sebelum kembali. Perlahan-lahan, Vivhy mulai merasa lebih aman dan nyaman, kehadiran Mahendra menjadi pelipur lara sekaligus penguat bagi dirinya.
Seperti pagi itu, saat Mahendra mengetuk pintu apartemen tepat pukul tujuh pagi. Vivhy membukanya dengan senyum kecil, kini sudah terbiasa dengan kebiasaan Mahendra yang datang setiap hari.
“Selamat pagi. Siap untuk berangkat?” tanya Mahendra sambil menyodorkan segelas kopi yang masih hangat.
Vivhy tersenyum sambil menerimanya, “Selamat pagi juga. Makasih, Mahendra. Kamu selalu ingat aku suka kopi pagi-pagi, ya?”
Mahendra tertawa kecil. “Iya, siapa tahu dengan kopi ini kamu bisa lebih semangat.”
Di perjalanan menuju kampus, Vivhy merasa nyaman dan tenang, tidak lagi was-was seperti dulu. Mereka berbincang ringan, tertawa, dan sesekali bercanda mengenai hal-hal kecil. Mahendra selalu berhasil membuatnya merasa lebih baik, mengalihkan pikirannya dari kenangan kelam yang masih tersisa.
Hari-hari berlalu dalam pola yang sama. Di kampus, Vivhy mulai lebih fokus pada studinya, dan bahkan menghabiskan waktu dengan teman-temannya seperti dulu. Ia mulai mengikuti beberapa kegiatan kampus yang sempat ditinggalkannya saat masa-masa cemas. Setiap kali Mahendra datang untuk menjemput atau mengunjunginya, ia merasa bahwa dirinya sedikit demi sedikit kembali menemukan ritme hidup yang normal.
Suatu sore, saat mereka sedang duduk di kafe dekat kampus, Vivhy memandang Mahendra dengan penuh rasa terima kasih.
“Mahendra, aku nggak tahu gimana hidupku tanpa bantuanmu. Kamu benar-benar banyak membantuku melewati masa-masa yang sulit. Rasanya kamu selalu tahu apa yang aku butuhkan,” kata Vivhy dengan lembut.
Mahendra menatapnya dalam, lalu tersenyum. “Vivhy, selama kamu merasa aman dan bisa menjalani hidupmu lagi, itu sudah cukup buatku. Kamu nggak sendirian, dan aku akan selalu ada kalau kamu butuh.”
Vivhy menunduk, merasa hangat mendengar kata-kata itu. Kehadiran Mahendra tidak hanya membawa rasa aman, tapi juga memberikan rasa percaya diri untuk melangkah kembali. Meski ingatan akan Rama dan masa lalu yang kelam masih ada, kini ia merasa lebih kuat, dan kehadiran Mahendra di sisinya membantu mengatasi ketakutan yang masih tersisa.
Di akhir hari, Mahendra selalu mengantar Vivhy kembali ke apartemen, memastikan pintu terkunci, dan tak lupa mengingatkan untuk segera menghubunginya jika butuh bantuan. Vivhy semakin yakin bahwa ia tak perlu lagi khawatir karena Mahendra di sampingnya, ia merasa hidupnya kembali berjalan normal, dan rasa ketakutan yang pernah menyelimutinya kini perlahan memudar.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 15"
Posting Komentar