Tenses Itu Sebenarnya Apa dan Kenapa Kita Harus Tahu?
1. Tenses Itu Apa Sih, Sebenarnya?
Kita mulai dari definisi sederhana.
Dalam bahasa Inggris, tenses adalah cara kita menunjukkan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
Secara garis besar:
-
sesuatu terjadi dulu → bentuk past
-
sesuatu terjadi sekarang/umumnya → bentuk present
-
sesuatu akan terjadi nanti → bentuk future
Di bahasa Inggris, kata kerjanya ikut berubah:
-
I eat today.
-
I ate yesterday.
-
I will eat tomorrow.
Jadi secara singkat:
Tenses = “baju” waktu yang dipakai oleh kata kerja.
Kata kerja yang kamu pakai akan menyesuaikan dengan kapan kejadian itu terjadi.
2. Kenapa Bahasa Inggris Pakai Tenses, Sedangkan Bahasa Indonesia Tidak?
Pertanyaan bagus banget, dan sering bikin bingung.
Contoh:
-
go → pergi (sekarang / umum)
-
went → sudah pergi (masa lalu)
-
will go → akan pergi (masa depan)
Sedangkan bahasa Indonesia, informasi soal waktu lebih sering ditaruh di:
-
kata keterangan → kemarin, nanti, besok, tadi, barusan
-
atau kata penanda → sudah, sedang, akan
Misalnya:
-
Aku sudah pergi.
-
Aku sedang makan.
-
Aku akan belajar.
3. Tenses Itu Bukan Sekadar Rumus, tapi Cara Bercerita
Seringkali, kita diajar tenses sebagai rumus:
-
Simple Present: S + V1
-
Simple Past: S + V2
-
Simple Future: S + will + V1
Bayangin kamu lagi cerita ke temanmu:
“Kemarin aku ketemu dosenku.”“Hari ini aku lagi ngerjain tugas.”“Besok aku mau presentasi.”
Tanpa sadar, kamu pakai tiga “waktu” yang berbeda: kemarin, hari ini, besok.
Bahasa Inggris melakukan hal yang sama, tapi dengan perubahan bentuk kata kerja:
-
Yesterday I met my lecturer.
-
Today I am doing my assignment.
-
Tomorrow I will present my work.
Jadi, tenses membantu kita menaruh setiap kejadian di “garis waktu” yang tepat.
4. Garis Waktu: Cara Gampang Membayangkan Tenses
-
bagian kiri → masa lalu (past)
-
bagian tengah → sekarang (present)
-
bagian kanan → masa depan (future)
Nah, tenses membantu kamu menaruh kejadian di garis ini dengan lebih detail.
Contohnya:
-
I ate. → aku sudah makan (di titik waktu yang sudah lewat)
-
I am eating. → aku sedang makan (sekarang, di momen ini)
-
I will eat. → aku akan makan (nanti, di waktu yang belum terjadi)
Ada tenses lain yang lebih detail lagi, misalnya:
-
I have eaten. → aku sudah makan, hasilnya terasa sampai sekarang
-
I had eaten before he came. → aku sudah makan sebelum dia datang
Kalau kamu ingat konsep garis waktu ini, tenses yang tadinya terasa “abstrak” bisa jadi lebih mudah dicerna.
5. Apa yang Terjadi Kalau Kita Salah Tenses?
Jawabannya: tergantung konteks.
Di:
-
chat santai,
-
obrolan sehari hari dengan teman,
-
situasi informal,
Misalnya:
Yesterday I go to the mall.
Tapi di situasi lain yang lebih resmi, salah tenses bisa:
-
bikin tulisanmu kelihatan kurang rapi,
-
menurunkan nilai kalau kamu ikut tes,
-
mengurangi kesan profesional di email kerja atau akademik,
-
dan kadang bisa bikin kalimatmu membingungkan kalau konteksnya panjang dan rumit.
6. Tenses Itu Banyak, Harus Hafal Semua?
Banyak penutur asli bahasa Inggris pun lebih sering memakai pola pola yang umum seperti:
-
Simple Present
-
Present Continuous
-
Simple Past
-
Present Perfect
-
Simple Future
Tenses lain seperti Past Perfect Continuous memang dipakai, tapi frekuensinya tidak sesering itu di percakapan biasa.
Jadi, kamu bisa mulai dari:
-
paham dulu garis besar “waktu” tadi: past, present, future
-
lalu pelan pelan naik ke bentuk bentuk yang lebih detail
Daripada menghafal 12 tenses buta rumus, lebih baik kamu benar benar mengerti dan bisa pakai beberapa tenses yang paling sering digunakan.
7. Tenses Bikin Kamu Bisa Lebih Spesifik
Coba bandingkan:
I live here.vsI am living here.
Dua-duanya kelihatan mirip, tapi sebenarnya ada nuansa yang berbeda.
-
I live here → memberi kesan permanen, seperti: “Memang ini tempat tinggalku.”
-
I am living here → memberi kesan sementara, seolah olah: “Sekarang aku tinggal di sini, tapi mungkin suatu hari akan pindah.”
Contoh lain:
I have finished my homework.I finished my homework.
-
I finished my homework → cuma bilang bahwa pekerjaannya sudah selesai di masa lalu, titik.
-
I have finished my homework → memberi kesan: sekarang efeknya terasa. Misalnya, sekarang kamu sudah bebas main, atau siap mengumpulkan tugas.
8. “Aku Takut Tenses”: Mungkin Kamu Trauma Rumus
Kalau kamu selama ini merasa tenses itu menakutkan, mungkin masalahnya bukan di tenses itu sendiri, tapi di:
-
cara tenses diajarkan,
-
atau cara kamu bertemu dengan tenses selama ini.
Kalau dari awal tenses selalu disajikan sebagai:
-
tabel rumit,
-
hafalan V1, V2, V3 tanpa konteks,
-
latihan soal dengan tekanan nilai,
wajar kalau otakmu menghubungkan “tenses” dengan “beban”.
Padahal, tenses akan terasa jauh lebih bersahabat kalau kamu:
-
melihat contohnya dalam cerita, dialog, dan kalimat nyata,
-
menggunakannya pelan pelan waktu menulis dan ngomong,
-
memahami fungsi utamanya, bukan cuma bentuk rumusnya.
9. Cara Pelan-Pelan Berteman dengan Tenses
Supaya tenses nggak lagi terasa seperti musuh, kamu bisa coba beberapa langkah ini:
a. Pahami dulu “waktu”-nya, baru rumusnya
Sebelum menghafal:
“Simple Past: S + V2…”
Misalnya:
-
Simple Past → kejadian sudah lewat, jelas kapan terjadinya
Yesterday, last week, two days ago
-
Present Continuous → kejadian sedang berlangsung sekarang
right now, at the moment
Kalau kamu paham gambaran waktunya, rumus-rumus akan terasa punya alasan, bukan sekadar hafalan kering.
b. Belajar lewat contoh yang dekat dengan hidupmu
-
Yesterday I watched a drama.
-
I am reading this blog right now.
-
I will drink coffee later.
Semakin dekat dengan kehidupanmu, semakin mudah tenses “nempel”.
c. Fokus satu tenses dulu, tapi benar benar dipakai
Misalnya, dalam seminggu ini kamu fokus di Simple Past.
-
Tulis journal harian: “What I did yesterday.”
-
Latih ngomong: “Yesterday I…”
-
Perhatikan bentuk V2 dari kata kerja yang sering kamu pakai.
d. Jangan tunggu paham sempurna baru berani pakai
-
kamu akan dikoreksi,
-
kamu akan sadar, “Oh, seharusnya bukan ini, tapi itu.”
-
kamu lihat langsung tenses dalam action, bukan cuma di buku.
Untuk Lettavers yang Lagi Pusing Soal Tenses
Kalau kamu selama ini sering mengeluh:
-
“Aku tuh nggak bisa tenses.”
-
“Tenses bikin aku benci bahasa Inggris.”
-
“Setiap liat tabel tenses, rasanya pengin tutup buku.”
Aku pengin kamu tahu dulu satu hal:
Karena di balik setiap kalimat Inggris yang rapi, selalu ada seseorang yang dulu juga pernah pusing dengan tiga kata sederhana ini: past, present, future. Dan sekarang, giliran kamu yang pelan pelan belajar menari di atas garis waktu itu.
.jpeg)
0 Response to "Tenses Itu Sebenarnya Apa dan Kenapa Kita Harus Tahu?"
Posting Komentar