Tenses Itu Sebenarnya Apa dan Kenapa Kita Harus Tahu?

Halo, Lettavers!
Kalau kalian belajar bahasa Inggris, pasti kata yang paling sering muncul (dan paling sering bikin pusing) adalah: tenses.

Mulai dari:
“Simple Present, Simple Past, Simple Future.”
Lalu tiba tiba muncul lagi keluarga besarnya: Present Continuous, Present Perfect, Past Perfect, dan lain lain yang namanya bikin napas agak sesak.

Mungkin kamu pernah mikir:
“Kenapa sih bahasa Inggris ribet banget pake tenses segala?”
“Aturan tenses banyak banget, emang bener bener harus ngerti semuanya?”
“Atau kalau salah tenses, emang segitunya berpengaruh, ya?”

Tenang, hari ini kita ngobrol pelan pelan.
Biar kamu nggak cuma hafal nama tenses, tapi benar benar paham:
Tenses itu apa, sebenarnya? Dan kenapa sih kita perlu tahu?

1. Tenses Itu Apa Sih, Sebenarnya?

Kita mulai dari definisi sederhana.

Dalam bahasa Inggris, tenses adalah cara kita menunjukkan waktu terjadinya sebuah peristiwa.

Secara garis besar:

  • sesuatu terjadi dulu → bentuk past

  • sesuatu terjadi sekarang/umumnya → bentuk present

  • sesuatu akan terjadi nanti → bentuk future

Kalau di bahasa Indonesia, kita cukup bilang:
“Aku makan kemarin.”
“Aku makan sekarang.”
“Aku akan makan besok.”

Kata kerja “makan” nggak berubah bentuk.
Bedanya cuma di kata keterangan waktu: kemarin, sekarang, besok.

Di bahasa Inggris, kata kerjanya ikut berubah:

  • I eat today.

  • I ate yesterday.

  • I will eat tomorrow.

Jadi secara singkat:

Tenses = “baju” waktu yang dipakai oleh kata kerja.

Kata kerja yang kamu pakai akan menyesuaikan dengan kapan kejadian itu terjadi.

2. Kenapa Bahasa Inggris Pakai Tenses, Sedangkan Bahasa Indonesia Tidak?

Pertanyaan bagus banget, dan sering bikin bingung.

Bahasa Inggris termasuk bahasa yang sensitif terhadap waktu dalam bentuk kata kerja.
Artinya, informasi “kapan sesuatu terjadi” itu sering dimasukkan langsung ke dalam kata kerja.

Contoh:

  • go → pergi (sekarang / umum)

  • went → sudah pergi (masa lalu)

  • will go → akan pergi (masa depan)

Sedangkan bahasa Indonesia, informasi soal waktu lebih sering ditaruh di:

  • kata keterangan → kemarin, nanti, besok, tadi, barusan

  • atau kata penanda → sudah, sedang, akan

Misalnya:

  • Aku sudah pergi.

  • Aku sedang makan.

  • Aku akan belajar.

Jadi, kenapa kita harus belajar tenses?
Karena kalau kamu ingin bicara dan menulis dalam bahasa Inggris dengan jelas dan natural, kamu perlu mengikuti cara bahasa itu bekerja. Dan salah satu “jantung” pentingnya adalah tenses.

3. Tenses Itu Bukan Sekadar Rumus, tapi Cara Bercerita

Seringkali, kita diajar tenses sebagai rumus:

  • Simple Present: S + V1

  • Simple Past: S + V2

  • Simple Future: S + will + V1

Lalu kita diminta mengerjakan 50 soal. Habis itu pusing.
Padahal, kalau dilihat dari sisi lain, tenses itu sebenarnya alat bercerita.

Bayangin kamu lagi cerita ke temanmu:

“Kemarin aku ketemu dosenku.”
“Hari ini aku lagi ngerjain tugas.”
“Besok aku mau presentasi.”

Tanpa sadar, kamu pakai tiga “waktu” yang berbeda: kemarin, hari ini, besok.

Bahasa Inggris melakukan hal yang sama, tapi dengan perubahan bentuk kata kerja:

  • Yesterday I met my lecturer.

  • Today I am doing my assignment.

  • Tomorrow I will present my work.

Kalau tenses-nya kacau, ceritamu juga ikut kacau.
Orang bisa bingung: “Ini kejadian sudah lewat? Sedang terjadi? Atau baru rencana?”

Jadi, tenses membantu kita menaruh setiap kejadian di “garis waktu” yang tepat.

4. Garis Waktu: Cara Gampang Membayangkan Tenses

Coba kamu bayangin satu garis panjang lurus di depanmu.
Di garis itu, kamu bisa menaruh:

  • bagian kiri → masa lalu (past)

  • bagian tengah → sekarang (present)

  • bagian kanan → masa depan (future)

Nah, tenses membantu kamu menaruh kejadian di garis ini dengan lebih detail.

Contohnya:

  • I ate. → aku sudah makan (di titik waktu yang sudah lewat)

  • I am eating. → aku sedang makan (sekarang, di momen ini)

  • I will eat. → aku akan makan (nanti, di waktu yang belum terjadi)

Ada tenses lain yang lebih detail lagi, misalnya:

  • I have eaten. → aku sudah makan, hasilnya terasa sampai sekarang

  • I had eaten before he came. → aku sudah makan sebelum dia datang

Tapi intinya tetap sama:
Tenses = menempatkan kejadian di garis waktu.

Kalau kamu ingat konsep garis waktu ini, tenses yang tadinya terasa “abstrak” bisa jadi lebih mudah dicerna.

5. Apa yang Terjadi Kalau Kita Salah Tenses?

Sekarang pertanyaannya:
“Salah tenses itu bahaya nggak sih? Fatal banget nggak?”

Jawabannya: tergantung konteks.

Di:

  • chat santai,

  • obrolan sehari hari dengan teman,

  • situasi informal,

salah tenses biasanya tidak membuat orang gagal paham total.
Mereka masih bisa “nebak” maksudmu.

Misalnya:

Yesterday I go to the mall.

Orang mungkin tetap ngerti maksudmu: “Oh, kamu ke mall kemarin.”
Tapi mereka akan sadar bahwa ada yang “janggal”.

Tapi di situasi lain yang lebih resmi, salah tenses bisa:

  • bikin tulisanmu kelihatan kurang rapi,

  • menurunkan nilai kalau kamu ikut tes,

  • mengurangi kesan profesional di email kerja atau akademik,

  • dan kadang bisa bikin kalimatmu membingungkan kalau konteksnya panjang dan rumit.

Jadi, bukan berarti kalau salah tenses hidupmu hancur.
Tapi semakin tepat tenses yang kamu pakai, semakin jelas dan meyakinkan cara kamu berkomunikasi.

6. Tenses Itu Banyak, Harus Hafal Semua?

Secara teori, buku buku grammar biasanya menyebut ada 12 tenses utama di bahasa Inggris.
Kalau dibaca list-nya, memang bisa bikin lutut goyang sedikit.

Tapi kabar baiknya:
Dalam praktik sehari hari, kamu nggak harus langsung menguasai semua sekaligus.

Banyak penutur asli bahasa Inggris pun lebih sering memakai pola pola yang umum seperti:

  • Simple Present

  • Present Continuous

  • Simple Past

  • Present Perfect

  • Simple Future

Tenses lain seperti Past Perfect Continuous memang dipakai, tapi frekuensinya tidak sesering itu di percakapan biasa.

Jadi, kamu bisa mulai dari:

  • paham dulu garis besar “waktu” tadi: past, present, future

  • lalu pelan pelan naik ke bentuk bentuk yang lebih detail

Daripada menghafal 12 tenses buta rumus, lebih baik kamu benar benar mengerti dan bisa pakai beberapa tenses yang paling sering digunakan.

7. Tenses Bikin Kamu Bisa Lebih Spesifik

Salah satu alasan kenapa tenses itu penting adalah:
dia memungkinkan kamu untuk lebih spesifik.

Coba bandingkan:

I live here.
vs
I am living here.

Dua-duanya kelihatan mirip, tapi sebenarnya ada nuansa yang berbeda.

  • I live here → memberi kesan permanen, seperti: “Memang ini tempat tinggalku.”

  • I am living here → memberi kesan sementara, seolah olah: “Sekarang aku tinggal di sini, tapi mungkin suatu hari akan pindah.”

Contoh lain:

I have finished my homework.
I finished my homework.

  • I finished my homework → cuma bilang bahwa pekerjaannya sudah selesai di masa lalu, titik.

  • I have finished my homework → memberi kesan: sekarang efeknya terasa. Misalnya, sekarang kamu sudah bebas main, atau siap mengumpulkan tugas.

Detail detail kecil seperti ini membuat bahasa Inggris menjadi kaya dan lebih hidup.
Dengan tenses, kamu bisa menyampaikan bukan hanya “apa yang terjadi”, tapi juga “kapan dan dengan nuansa seperti apa”.

8. “Aku Takut Tenses”: Mungkin Kamu Trauma Rumus

Kalau kamu selama ini merasa tenses itu menakutkan, mungkin masalahnya bukan di tenses itu sendiri, tapi di:

  • cara tenses diajarkan,

  • atau cara kamu bertemu dengan tenses selama ini.

Kalau dari awal tenses selalu disajikan sebagai:

  • tabel rumit,

  • hafalan V1, V2, V3 tanpa konteks,

  • latihan soal dengan tekanan nilai,

wajar kalau otakmu menghubungkan “tenses” dengan “beban”.

Padahal, tenses akan terasa jauh lebih bersahabat kalau kamu:

  • melihat contohnya dalam cerita, dialog, dan kalimat nyata,

  • menggunakannya pelan pelan waktu menulis dan ngomong,

  • memahami fungsi utamanya, bukan cuma bentuk rumusnya.

9. Cara Pelan-Pelan Berteman dengan Tenses

Supaya tenses nggak lagi terasa seperti musuh, kamu bisa coba beberapa langkah ini:

a. Pahami dulu “waktu”-nya, baru rumusnya

Sebelum menghafal:

“Simple Past: S + V2…”

Coba tanya dulu:
“Tenses ini dipakai untuk waktu yang bagaimana?”

Misalnya:

  • Simple Past → kejadian sudah lewat, jelas kapan terjadinya

    Yesterday, last week, two days ago

  • Present Continuous → kejadian sedang berlangsung sekarang

    right now, at the moment

Kalau kamu paham gambaran waktunya, rumus-rumus akan terasa punya alasan, bukan sekadar hafalan kering.

b. Belajar lewat contoh yang dekat dengan hidupmu

Daripada baca contoh “He went to the market”,
coba pakai hal-hal yang kamu lakukan sehari-hari:

  • Yesterday I watched a drama.

  • I am reading this blog right now.

  • I will drink coffee later.

Semakin dekat dengan kehidupanmu, semakin mudah tenses “nempel”.

c. Fokus satu tenses dulu, tapi benar benar dipakai

Misalnya, dalam seminggu ini kamu fokus di Simple Past.

  • Tulis journal harian: “What I did yesterday.”

  • Latih ngomong: “Yesterday I…”

  • Perhatikan bentuk V2 dari kata kerja yang sering kamu pakai.

Di minggu berikutnya, kamu tambah Present Continuous.
Pelan pelan, bukan sekaligus.

d. Jangan tunggu paham sempurna baru berani pakai

Kamu nggak akan pernah merasa “100 persen siap”.
Justru dengan memakai tenses sambil masih bingung, kamu akan lebih cepat belajar, karena:

  • kamu akan dikoreksi,

  • kamu akan sadar, “Oh, seharusnya bukan ini, tapi itu.”

  • kamu lihat langsung tenses dalam action, bukan cuma di buku.

Untuk Lettavers yang Lagi Pusing Soal Tenses

Kalau kamu selama ini sering mengeluh:

  • “Aku tuh nggak bisa tenses.”

  • “Tenses bikin aku benci bahasa Inggris.”

  • “Setiap liat tabel tenses, rasanya pengin tutup buku.”

Aku pengin kamu tahu dulu satu hal:

Kamu nggak bodoh hanya karena kamu kesulitan memahami tenses.
Kamu cuma sedang belajar sesuatu yang memang beda cara kerjanya dari bahasa ibumu. Dan itu wajar.

Tenses itu bukan ujian untuk menentukan nilai dirimu.
Tenses adalah alat.
Alat untuk bercerita, untuk menjelaskan pengalaman, untuk menyusun masa lalu, sekarang, dan masa depan dalam satu bahasa.

Dari Letta untuk para Lettavers yang lagi belajar tenses pelan pelan:
Kamu nggak harus langsung jago semua tenses hari ini.
Cukup paham sedikit lebih banyak dari kemarin.
Cukup berani memakai satu tenses yang kamu pelajari, meskipun belum sempurna.

Karena di balik setiap kalimat Inggris yang rapi, selalu ada seseorang yang dulu juga pernah pusing dengan tiga kata sederhana ini: past, present, future. Dan sekarang, giliran kamu yang pelan pelan belajar menari di atas garis waktu itu. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tenses Itu Sebenarnya Apa dan Kenapa Kita Harus Tahu?"

Posting Komentar