TEROR PACAR RENTAL - Chapter 20
Selama seminggu setelah mereka resmi bersama, hubungan Vivhy dan Mahendra dipenuhi dengan kebersamaan yang hangat dan penuh perhatian. Setiap hari terasa lebih istimewa, karena mereka kini saling terbuka tentang perasaan masing-masing dan menikmati setiap momen bersama dengan cara yang baru.
Di pagi hari, Mahendra kerap datang menjemput Vivhy untuk mengantarnya ke kampus. Mereka akan sarapan di kafe kecil dekat apartemen Vivhy, menikmati secangkir kopi dan roti panggang sambil berbincang ringan. Tawa mereka sering mengisi suasana pagi, membuat hari-hari terasa lebih cerah. Terkadang, Mahendra akan menyelipkan hal-hal manis, seperti memesan makanan favorit Vivhy atau membawa bunga kecil sebagai kejutan.
Setiap kali Vivhy selesai kuliah, Mahendra menunggunya di depan kampus. Keduanya sering pergi makan siang bersama di tempat-tempat yang mereka sukai, mulai dari restoran sederhana hingga kafe dengan suasana nyaman. Mahendra selalu memperhatikan apa yang Vivhy sukai dan membuatnya merasa diperhatikan dengan begitu tulus. Sering kali, mereka menghabiskan waktu untuk bercanda, mendiskusikan buku atau film yang baru mereka tonton, dan bahkan membicarakan mimpi serta harapan masing-masing.
Pada suatu sore, Mahendra mengajak Vivhy ke sebuah taman kota yang tenang. Mereka berjalan beriringan sambil menikmati keindahan alam sekitar, berbagi keheningan yang nyaman dan sesekali bergandengan tangan. Mahendra bahkan membawa bekal sederhana berupa roti isi dan jus, yang mereka nikmati sambil duduk di bangku taman. Sore itu begitu damai, dan Vivhy merasa dirinya semakin nyaman berada di sisi Mahendra.
Akhir pekan pun mereka isi dengan kegiatan seru bersama. Pada hari Sabtu, Mahendra mengajak Vivhy mencoba memasak bersama di apartemennya. Mereka memilih resep sederhana dan saling membantu di dapur, tertawa ketika beberapa bahan tak sengaja jatuh atau ketika bumbu terasa kurang pas. Akhirnya, setelah beberapa kali mencoba, mereka berhasil menyajikan pasta dengan saus krim dan salad segar yang mereka nikmati dengan penuh kegembiraan. Malam itu, Vivhy merasa seperti menemukan sisi baru dari Mahendra, yang penuh kesabaran dan perhatian pada detail kecil.
Hari Minggu, Mahendra membawa Vivhy ke toko buku kecil di sudut kota, di mana mereka menghabiskan waktu mencari buku-buku yang menarik perhatian mereka. Mahendra membelikan sebuah novel yang sudah lama diinginkan Vivhy, dan mereka menghabiskan sore di kafe sambil membicarakan isi buku dan berbagi pemikiran masing-masing.
Setiap momen dalam minggu itu terasa begitu berharga bagi Vivhy. Mahendra hadir bukan hanya sebagai pasangan, tetapi sebagai sahabat yang mendukung, menguatkan, dan selalu mengerti dirinya. Kebersamaan mereka penuh dengan tawa, perhatian, dan ketulusan, membuat Vivhy semakin yakin bahwa Mahendra adalah orang yang selama ini ia butuhkan di sisinya.
Di akhir minggu, ketika mereka duduk di balkon apartemen Vivhy sambil menikmati pemandangan malam kota, Vivhy tersenyum sambil menatap Mahendra. “Minggu ini… terasa seperti mimpi yang indah,” katanya lembut.
Mahendra menatapnya, menggenggam tangannya dengan erat. “Ini baru awalnya, Vivhy. Aku akan selalu ada di sini, di sampingmu, kapan pun kamu butuh.”
Vivhy merasa dadanya hangat oleh kata-kata Mahendra. Ia menyadari bahwa kehadiran Mahendra mengubah hidupnya menjadi lebih baik, lebih bermakna, dan ia bersyukur atas setiap detik yang mereka lewati bersama.
Bersambung...
Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 20"
Posting Komentar