TEROR PACAR RENTAL - Chapter 19


Vivhy menatap Mahendra dalam-dalam, hatinya terasa penuh oleh perasaan hangat dan nyaman yang tak bisa ia abaikan lagi. Ia mengingat semua hal baik yang Mahendra lakukan, cara Mahendra selalu ada di sisinya, rasa aman yang ia rasakan setiap kali pria itu di dekatnya, dan kebahagiaan yang perlahan mengisi hari-harinya. Tiba-tiba, keraguan yang tadi menggantung sirna, tergantikan oleh perasaan yakin yang kuat.

“Iya, Mahendra,” jawab Vivhy dengan suara lembut, sambil menatap mata pria itu. “Aku… aku juga menyukaimu. Aku ingin kita mencoba ini, mencoba untuk bersama.”

Mahendra tampak terkejut, namun hanya sesaat sebelum senyumnya merekah lebar, menampakkan kebahagiaan yang begitu tulus. Dengan lembut, ia menggenggam tangan Vivhy, lalu menatapnya dalam-dalam seakan ingin memastikan bahwa semua ini nyata.

“Terima kasih, Vivhy. Kamu nggak tahu betapa senangnya aku mendengar itu,” ucap Mahendra dengan suara penuh kelegaan dan kebahagiaan. Keduanya saling tersenyum, merasakan kehangatan dan kenyamanan yang tak terlukiskan.

Setelah suasana tenang sejenak, Mahendra tiba-tiba berkata, “Aku punya ide. Mau nggak kita ke pasar malam? Sekarang masih buka, dan kita bisa menikmati malam bersama.”

Vivhy mengangguk penuh semangat. “Ayo! Kedengarannya menyenangkan.”

Mereka pun segera beranjak dari restoran dan menuju pasar malam yang berada tak jauh dari sana. Suasana pasar malam begitu meriah, dengan lampu warna-warni yang berkelap-kelip, aroma makanan yang menggoda, dan berbagai permainan serta kios yang menarik perhatian. Mereka berjalan beriringan, menikmati suasana ramai sambil bergandengan tangan, sesekali tertawa bersama di tengah hiruk-pikuk pasar malam.

Di sebuah kios kecil, Mahendra membelikan Vivhy boneka kecil yang menarik perhatiannya, meski ia sempat menolak karena malu. Lalu, mereka mencoba permainan melempar bola ke kaleng, yang ternyata tak mudah. Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, mereka hanya bisa tertawa sambil berusaha lagi.

Di kios makanan, mereka membeli beberapa jajanan favorit, seperti sate, bakso bakar, dan martabak mini. Mereka menikmati setiap gigitan sambil berbagi cerita, bercanda, dan merasa begitu bebas, seolah dunia di sekitar mereka menghilang.

Setelah puas menjelajahi pasar malam, mereka akhirnya pulang ke apartemen. Mahendra mengantar Vivhy sampai ke pintu, memastikan bahwa ia masuk dengan aman. Keduanya saling menatap sejenak, terdiam dengan senyuman yang tak perlu dijelaskan lagi artinya.

“Terima kasih untuk malam yang indah ini, Vivhy,” kata Mahendra pelan, suaranya penuh kelembutan.

Vivhy tersenyum sambil menatapnya. “Aku juga, Mahendra. Terima kasih untuk semuanya.”

Mereka saling berpelukan singkat, mengukuhkan rasa yang kini tumbuh di antara mereka, sebelum akhirnya Mahendra pergi. Vivhy masuk ke apartemen dengan senyum bahagia di wajahnya, merasakan kehangatan dan kedamaian yang memenuhi hatinya. Malam itu terasa sempurna, seperti mimpi yang menjadi kenyataan, dan ia tahu, hari-hari ke depan bersama Mahendra akan menjadi babak baru yang penuh makna dalam hidupnya.


Bersambung...


Note: Beri komentar dan masukan ya supaya aku semangat ngelanjutin ceritanya! Happy reading!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TEROR PACAR RENTAL - Chapter 19"

Posting Komentar